Eko S. Wibowo
Programmer sejak 1994. Masih belajar, sekarang dengan AI di sisi saya.
Founder RWID. Membangun Ecosphere dan RWID/OS dari Yogyakarta, Indonesia. Di sini saya menulis soal software, iman, dan hidup sebagai system builder. Tanpa algoritma, tanpa kolom komentar, tanpa keributan.
Menarik ya buat Location Based Service gini
Udah ada yang mau saya susun untuk RWID Campus
Masih teknik tentang #scrum bagi yang kerja sendiri tapi ga mau brutal jg nambah2 di board: gunakan aja Child Subtasks :DJadi kamu tahu apa aja task besar, misal RWIDPF-88: Aspek Earning di RWID. https://lnkd.in/gs4FbXE7Cuman didalamnya kan kamu ga exact tau juga apa aja yang diperlukan. So, ya jadikan itu task aktif dan kerjain. Jika kamu merasa ada task yang memang relate dengan ini tapi kerasa punya aspek dominan, maka jadikan dia subtask dan kerjain disana.
Dengan ini boardmu aman dari task2 baru (ga ngubah2), tapi kamu tetep bisa improvisasi sambil jalan.
Still: improvisasi di sprint itu discouraged lho ya.
Kalau kamu bukan scrum master, wajib laporan dulu ke sana kalau mau nambah task/subtasks.
Dia akan tentukan apakah boleh dijalankan di sprint ini atau di next sprint#rwid#rwidplatformdevelopment#golang#jira
AI? Nanti deh. Sekarang FAQ aja udah solutif 😁 https://remoteworker.id/aiHitung2an sy 1 hari kerja sudah cukup untuk implement #llm dan #rag#chatgpt
Maunya didemokan pas seminar di UNU Jogja, gak nutut 😅Baru dikerjain jam 7 pagi tadi sih 😅Check back again at https://remoteworker.id/ai
🐍 Py
Jo (baca:paijo) Ada Event 🫣Halo, Rangga disini, seorang pengembang Python yang selalu bermimpi untuk menghadiri acara sekelas Py
Con. Dan kini, saya berada di langkah pertama mewujudkan mimpi tersebut!🌟 Py
Jogja Meetup: Langkah Awal Menuju Mimpi 🌟Sebagai bagian dari komunitas Python di Yogyakarta, saya ingin mengundang Anda semua ke meetup Py
Jogja yang akan datang. Ini bukan sekadar acara teknis, tapi juga ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin bertemu teman baru, berbagi ilmu, dan ya, mungkin menemukan jodoh (siapa tahu 😉).
Kami akan memiliki sesi lightning talk dengan 4 pembicara berbakat yang akan membagikan wawasan mereka:
1. Ekky Armandi , Python Developer - "
Turning Raw Scrape into Actionable Insights"
2. Wijatama Diwangkara , BI Analyst - "
Automating Mundane Tasks with Python and Selenium"
3. Eko Wibowo , CEO & Founder Remote Worker Indonesia - "
Abadikan Kepribadianmu di Cloud dengan Python Large Language Model"
4. Saya sendiri, Rangga Kusuma D, Python Developer di KECILIN - "
Pengantar Concurrency dan Paralelisme: Threading dan Multiprocessing"
Mari bergabung dan berbagi semangat Python bersama kami!📅 Sabtu, 18 Mei 2024⏰ 09:00 - Selesai📍 UNU Yogyakarta, Jl. Ringroad Barat, Dowangan, Banyuraden, Kec. Gamping, Sleman
Untuk registrasi, silakan kunjungi Py
Jogja di linktr.ee/pyjogja
Sampai jumpa di sana!#Python #Meetup #Py
Jogja #Komunitas
Python #Yogyakarta #Python
Indonesia #Indonesia
Saya tuh lg ublek2 modern web dev dgn vanilla js aja. Ga pakai framework. Skrg sdh akan masuk ke incremental ui changes. Ini kalau pakai react ya rampung2 aja: cuman saya tipe yg kalau diatur2 jadi mikir dulu. Walhasil, buat aturan sendiri aja 😁Tidak untuk dicontoh: karena ya siapa yg mau hire orang yg koding web pakai vanilla js. 😁Kecuali: kamu berhasil buat sesuatu yg seperti react. Nah. Itu. Rwid JS#rwidjs
Saya tuh lg ublek2 modern web dev dgn vanilla js aja. Ga pakai framework. Skrg sdh akan masuk ke incremental ui changes. Ini kalau pakai react ya rampung2 aja: cuman saya tipe yg kalau diatur2 jadi mikir dulu. Walhasil, buat aturan sendiri aja 😁Tidak untuk dicontoh: karena ya siapa yg mau hire orang yg koding web pakai vanilla js. 😁Kecuali: kamu berhasil buat sesuatu yg seperti react. Nah. Itu. Rwid JS#rwidjs
Saya: seneng aja ulik2 selain produk Jet
Brains tapi pasti akhirnya kembali ke produk-produk mereka. Seperti ekosistem Apple: it’s just works!
Renungkan 😁😁😁
Seberapa berat menurutmu mendirikan Universitas baru di Jogja?#rwiduniversity
Penjelasan ttg #saham ini missleading: tidsk dijelaskan profit saham darimana. Profit dari saham amat-sangat-kecil kalau hanya ngandalin dividen/bagi hasil tahunan. Coba cek lagi: jika hanya ngandalin bagi hasil, pemegang saham BBCA 2022 butuh 26 tahun untuk balik modal. Profit (dan boncos) terbesar saham adalah di pasar sekunder: jual beli kepemilikan. Profitnya adalah dari yg terakhir masuk/beli. Untung besar adalah dari kemampuan memprediksi trend naik pasar saham suatu emiten. Saya sempat surprise saat tanya jawab sebentar saat mengisi seminar di salah satu kampus dan sesi tanya jawab,“Saya sekarang lagi ikutan main saham pak”“Oya, profit saham darimana?”“Dari profit perusahaan pak”
Simak penjelasan dibawah: 👇Profit terbesar saham adalah dari penjualan kepemilikan saham di pasar sekunder. Bukan dari profit. Kalau dari profit .. pemegang saham BUKA semuanya merugi itu. Maka, aturan untuk pasar sekunder saham ini amat ketat. Karena jika tidak, pasar bisa amat-mudah dimanipulasi sehingga pelaku kecurangan bisa mudah ambil untung. Paling sederhana adalah adanya ARA/ARB. Yang menandakan anomali nilai saham. Atau juga insider trading: ordal yang bocorkan rahasia ke kalangan tertentu sehingga ada segelintir yang serok-serok untuk siap2 lepas karena tau akan ada berita positif sehingga sentimen pasar akan naik. Mirip #rugpull kan?
Saham bukan untuk semua orang. Saham sedikit mirip dengan #crypto: dimana crypto murni berprofit hanya dari ngeflip (beli rendah, jual tinggi), saham selain bisa diflip juga pny dividen. Dimana mengulang pernyataan diawal: kalao ngandelin dividen saham, balik modal bs > 26 tahun. Kesimpulan dari saham ini: high risk, high return. Contoh: coba sekarang serok saham BUKA. Kan sudah 80% turun dari awal. Kalao seandainya tiba2 persepsi orang tentang Bukalapak menjadi positif, dan seandainya ada selisih kenaikan 50%, maka kalian akan untung gila2an itu!
Kalau semakin terpepet dan akhirnya bangkrut? Ya sudah. Wassalam. Kan sudah dibilang high risk, high return? :)
Setelah pensiun dari birokrasi pemerintah, saya sangat menikmati kembali ke dunia bisnis selama hampir lima tahun terakhir. Saya telah kembali ke habitat yang membesarkan saya 😁😁😁. Saya memilih untuk kembali ke habitat saya, yaitu sektor bisnis, dan saya juga memilih untuk menjadi mentor atau guru tanpa harus berharap kembali mengabdi di sektor publik atau sektor pemerintah. Saya selalu percaya pada regenerasi, biarkan generasi berikutnya melanjutkan mengelola negeri ini. Sebagai mantan CEO PT Kereta Api Indonesia (Persero), saya bangga berbagi bahwa tim kami berhasil mentransformasi Indonesian Railways menjadi layanan yang berorientasi pelanggan selama masa jabatan saya. Warisan fokus pada pelanggan kami terus meningkat seiring perubahan zaman dan ekspektasi pelanggan yang berkembang. Testimoni pelanggan terbaru menegaskan bahwa transformasi kami bukan hanya tentang meningkatkan fasilitas dan sistem, tetapi juga tentang mengubah pola pikir menuju pendekatan yang berfokus pada pelanggan. Meskipun menghadapi tantangan tak terduga dari luar, kepemimpinan saat ini terus meningkatkan layanan. Komitmen kami terhadap kepuasan pelanggan tetap tak tergoyahkan. #legacy #customerfocus #customersatisfaction #publictransport #customertestimony #transformation #mindset PT Kereta Api Indonesia (Persero)

