Eko S. Wibowo
Programmer sejak 1994. Masih belajar, sekarang dengan AI di sisi saya.
Founder RWID. Membangun Ecosphere dan RWID/OS dari Yogyakarta, Indonesia. Di sini saya menulis soal software, iman, dan hidup sebagai system builder. Tanpa algoritma, tanpa kolom komentar, tanpa keributan.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Berkat grant Anthropic, saya bisa melepaskan semua ide tanpa terpikir masalah kredit AI. Atau terpikir menggunakan model yang low cost. Dulu, all in ke DeepSeek: pemakaian sebulan sekitar Rp 700rb - Rp 1jt. The best. Sangadh.
Tapi begitu dapat grant Anthropic ... masya Allah. Bumi dan langit!
DeepSeek tetap luar biasa untuk coding dan agentic lainnya. Tapi solusi dari Anthropic dengan CoWork dan juga Opus 5.5 .. gila! Segila-gilanya gila!
Belum seminggu, saya sudah rilis:
- Sistem Operasi RWID/OS
- Platform RWID yang konvensional
- Platform RWID yang WebOS (ini 90% sudah selesai dari DeepSeek lho)
- Platform Aliran kehidupan ini
- Dst dst dst dst dst
Saking serunya, saya kerja dengan dua mesin: MacMini dan iMac.
Awalnya MacMini aja, tapi begitu agentic jalan 3 project .. dia mulai ngelag.
So, iMac dibawa dan dioperasikan dengan Tailscale dan tmux disana.
CoWork juga saya split di iMac dan MacMini
Bottom line: kalau ada waktu dimana salah satu dari dua mesin ini ga kerja .. saya ngerasa rugi banget.
Why?
Claude Max USD 200 x 5 seat!
Perbulan
Selama 1 tahun!
Masya Allah
Pertolongan yang terasa sekali.
Alhamdulillah
Linux pertama saya itu LFS: Linux From Scratch
Awal-awal Ubuntu masuk di kampus --1998--, saya langsung buka source code kernel-nya di ViM: bener2 terpesona. Dari situ, keinginan buat Sistem Operasi sendiri selalu ada: pingin ikutin jejak Linus yang diawali dari belajar Minix. Dulu pas kerja di Gameloft (saya angkatan ke-2, angkatan pertama itu diantaranya Mas Dewantoro), Windows 7 (?) saya ubah shellnya ke emacs. Dibuat fullscreen dan hilangin taskbar Windows: berasa punya sistem operasi yang full text editor favorit!
Nah, RWID yang dirancang sebagai web OS, membuat saya teringat lagi keinginan yang dulu: membuat sistem operasi sendiri. Sure, bukan Kernel-nya. Shell aja. https://lnkd.in/gEaGc6Hj Maka, dari kemarin mulai diskusi dan tuangkan ide serta arahkan Opus 5.5 untuk mulai : pakai core Fedora Atomic, agar inti dari OS (kernel dan systemd dsb) immutable. Sisanya, adalah RWID-Shell + Learning Kit.
Alur pemikiran saya sederhana: ide Mas Nadiem Makarim untuk penyerapan skill IT ke pelosok2 sudah bener. Cuman pilihannya entah kenapa pakai ChromeOS. Karena itu berarti OS praktis cuman jadi office tools. Kenapa ga buat OS/distro sendiri yang lengkap dengan tool untuk mencetak pekerja2 digital + remote work yang dididik mindsetnya mulai dari SD? OS ini harus lengkap dengan semua toolchain untuk develop mobile + frontend + backend + ethical hacker + VA + Designer.
Karena, begitu laptop yang disebar ke siswa2 di-install dengan RWID/OS ini, maka begitu dibuka ... voila. Sudah langsung bisa kerja garap kerja remote apa aja, tanpa perlu repot download macem
2. Dan sudah preload dengan Open
Code + Claude. Itu nanti tinggal pemerintah kerjasama dengan mereka untuk subsidi AI aja.
Oya, RWID/OS juga dilengkapi dengan Ecobook yang menjadi pengajar yang pintar secara offline.
Dengan visi ini, maka saya kembangkan RWID/OS. Diawali dengan refactor shell OS dari web RWID yang saya beri nama ecOS. https://lnkd.in/gRVVaVD9 It works! Maka diskusi lanjut untuk bener2 gunakan ecOS sebagai shell system operasi sendiri. Langkah awalnya adalah pengembangan Compositor sendiri: management window harus native, karena konten dari app RWID sebenenrya hanya html + css + js aja. Kalau ga buat compositor sendiri, maka akan ga seamless. Dengan kompositor sendiri, nanti Zoom dan ecobook Mastering Agentic AI akan sulit dibedakan mana yang native mana yang html. Karena kedua2nya first class netizen di windowing system RWID/OS ini.
Versi 0.1 sebagai proof of concept berhasil diwujudkan! https://lnkd.in/gZYtafAVSaya menerawang lagi: "
Gimana dengan ide remote worker hub yang dulu saya pikirkan untuk mempush remote work ke seluruh Indonesia?"
Setelah merenung, saya rasa Kopdes yang bejibun itu bisa dipakai asetnya.
Maka, Indonesia akan mencetak banyak talenta digital yang mandiri!
Ikuti pengembangan RWID/OS disini https://lnkd.in/gSYwPrub
Bagi yang masih denial dengan AI yang akan bisa cut off ratusan ribu programmer di seluruh dunia, coba perhatikan link ini: fitur medium like di platform RWID ini saya susun dalam hitungan jam dari sepulang subuhan jam 5 pagi s/d jam 9 pagi. Itu pun ya bukan full kerja terus. Butuh sekitar 23 prompt. Kurang optimal sih ini, karena dia ada melakukan pembuatan sql creation table yang posisinya memanggil table sebelum diciptakan.RWID ini pun secara keseluruhan dibangun dengan AI.
Jatuh bangun diawal karena belum pas tech serta pendekatan yang dipakai, namun akhirnya kemudian ketemu kombinasi yang maut: Cursor Ultra, USD 200/month.
Kalau ada yang masih salah-salah dalam penggunaan AI .. maka itu pasti AI diposisikan sebagai assistant. Itu salah. Yang benar: "
Kita adalah asisten AI yang membantu menjelaskan ke AI apa yang kamu inginkan untuk dibuat, dimana dia akan mengerjakan seluruhnya: 99,999%!"
Dunia yang sudah gila ... https://lnkd.in/gCsJ7Grg
Menggunakan kombinasi:- Netlify- Github- Supabase- NextJS- Firebase Auth + Realtime
Sepertinya sudah bisa menjadi solusi tech yang low cost dan high quality deh. Kalau model microservice akan dipakai disini, itu sekedar tiap2 aplikasi next.js provide /pages/api-nya aja.
Bener2 full di cloud, tanpa perlu mikir banyak hal. https://sminar.id
Dibangun dengan NextJS dan Rust. Ini akan menghosting token $DCSI untuk menggunakan RWID Villas di seluruh dunia!#fullstackdeveloper#rust#nextjs #reactjs#blockchain https://www.cdbc.id/
https://www.dcsi.id Domain diamankan. Content sudah up. Next untuk proses buy dan sell commodity
#dcsi kedengeran seru ya?
Pakai istilah antithesis #ipo dan #saham #pasarsekunder segala.
Tapi awalannya itu sederhana kok:- Produk #rwidprime harga awal 6.5jt, bisa untuk 3 orang- Tapi para jombloers bingung yang 2 seat dikasih siapa - Saya pikir sebentar, "
Dijual boleh, uangnya untukmu". - Jadi dia dpt profit 1jt dalam bentuk diskon rwid prime- Suatu ketika pemikiran saya menerawang, "
Hm, berarti ini bisa juga ya, jual rwid prime dengan harga grossir dan ditawarin ke mereka yang ga akan pakai juga produknya, tapi tentu tertarik dapat profit selisih retail - grosir, dimana rwid yg jualkan. #rwid dapet uang diawal untuk operasi, mereka dpt profit passive income"- Saya susun skema pricingnya sebentar, saat itu pakai profit ngasal aja 25%. - Mikir2in namanya, "
Hm.. Commodity .. Commodity Investment .. hm .. Direct Commodity Investment. DCI. Sip.. Hm, short.. Direct Commodity Short Investment. DCSI"- Up ke wa story, less than 24hours salah satu member VIP jadi holder pertama sistem ini. Masuk 20jt, sale, return 5 hari kemudian 25jt. Proof of concept!
Setelah saya pelajari lagi mendalam untuk thesis, "ooh, ini ternyata bagian selanjutnya dari Gold Backed Syirkah/GBS." Dan.. "
Ooh ini ternyata ada akad transaksi syariah yang namanya Bai As-Salam, dimana sahabat Nabi bisa ambil hasil pembelian untuk produk yang dijual belakangan, untuk atasi kondisi dimana ada kebutuhan dana namun belum panen"
Jadi, begitulah: sistemya berkembang sampai sesolid sekarang, padahal niat awalnya cuman ingin bantu yang butuh jual 2 seat rwid prime-nya.
Jelas kan sekarang awalan #dcsi itu apa?
Bukan karena pingin ngumpulin dana banyak2an, namun sekedar pingin bantu aja. https://lnkd.in/gfm3S9VR
#dcsi dan kurikulum #rwid akan segera diterapkan di salah satu pondok pesantren legendaris di Jawa Tengah! Alhamdulillah. 🔥🔥🔥Membangun #dcsi ini memang ga mudah, tapi kerasa ringan karena niat yang melandasinya murni: mendistribusikan kekayaan. Bukan menyerap kekayaan. Kalian bisa sandingkan semangat #dcsi dengan semangat #ipo dan akan kelihatan kontras sekali perbedaannya. #ipo akan berusaha melambungkan #valuasi bisnis meski masih merugi demi mencapai keberhasilan penyerapan dana masyarakat, dan setelah itu ga peduli dana tersebut kembali atau gak. Goal tercapai .. EXIT! 😡#dcsi hanya bisa diterapkan pada bisnis yang berprofit dan akan membatasi total nilai penyerapan dananya pada batasan asset yang melandasinya. Setelah dana terserap, #dcsi akan mati-matian meningkatkan kecepatan sale demi percepatan return modal yang diserap. EXIT IS NOT AN OPTION!IT IS COWARDICE ACT THAT IS HARAM!!! 😡Catatan: EXIT itu saya fatwa haram aja udah. Gimana logika berpikirnya setelah nyerap dana 14T kok perusahannya ditinggal :(
Nih point2 #dcsi untuk hindari hal2 spt ini:
1. Say no to valuas*it
Bisnis ga usah diberi nilai Milyaran dollar kalau tiap bulan masih merugi. 2. Modali usaha dari basis kemampuan produksinya
Cara tradisional adalah profit = (sale - cost) * porsi kepemilikan. Cuman cara ini bs jadi gharar/ketidakpastian, karena cost dan sale bs naik turun. Akibatnya profit jadi ndak bisa diprediksi. 3. Beli produk startup di harga grosir, jual di harga retail. Bai’ As-Salam
Terjadi sale, 100% milik investor. Perusahaan? Maintain dua jenis revenue: (1) Dari investor harga grosir, gunakan ini untuk operasional (2) Dari customer, 100% milik investor. Dengan cara ini ga ada lagi gharar karena cost dan sale naik turun. Yang ada adalah variable pada kecepatan return karena akan sangat tergantung pada optimasi sale. 4. Pastikan ada backup asset >= dana investor
Perusahaan bangkrut, jual asset, kirim ke investor. Gunakan bentuk asset hibrid antara cash, emas dan asset produktif lainnya. Pastikan semua investor bisa mengambil manfaat di semua asset produktif. Apa coba kelemahan #dcsi?
Flawless. Coba aja.
Catatan:
Biang semuanya ini adalah valuasi bubble yang ujung2nya adalah agar bs IPO. Selama perusahaan masih punya goal apa aja cara yang ditempuh asalkan IPO, maka selama itu perusahaan akan ga peduli profitabilitas. Yang penting investor percaya valuasinya sekian, maka selama itu.. ya sudah, beres. Karena dengan IPO tanggung jawab CEO/Founder thd tekanan investor tertunaikan. Perkara setelah IPO investor retail yang nanggung resiko investasinya .. ya terserah. Mereka dilindungi hukum. Sampai pun perusahaan bangkrut ga akan ada yang bisa dituntut.
Hakikat #pemodalan #investasi dengan mindset #ekonomi #syariah: 👉 Shohibul maal (pemodal) menyerahkan sejumlah harta (maal) kepada pengelola harta (Mudharib) untuk dikelola. 👉 Adalah tanggung jawab Mudharib untuk menjaga dan mengembangkan harta tersebut, serta memastikan tidak ada yang terzalimi sesuai dengan hak dan tanggung jawabnya masing-masing. 👉 Setelah dunia ditinggal, maka akan ada audit dari yang Maha Meneliti. Semua keping harta akan ditelusuri sumber asalnya dan kemana penggunaannya. 👉 Mudharib harus bisa exact mempersiapkan jawaban atas berbagai pertanyaan perkara pemodalan. Contoh, “Kenapa kamu berani melakukan penggalangan modal Rp 14T padahal kamu sendiri sudah berniat EXIT secepat-cepatnya? Bagaimana dengan nasib pemodal-pemodal newbie yang ga paham hakikat pasar saham?” Saya ga tau gimana cara jawab pertanyaan ini. Mau berlindung ke legalitas? Gimana kalau dijawab, “Kamu pikir founder Ad*Kam*, Eas*Cas* dan pinjol manapun yang diawasi #ojk dengan debt collector yang meneror nasabah sampai ada yang bund*r .. bisa selamat dari hisab
Ku yang ini? Kamu tau tau aja kan kalau itu riba?” Coba jawab
Untuk audit di fase tersebut, saya sudah mempersiapkan jawaban berikut: “Di tahun 2025, asset #rwid yang berupa Villa (1.5M), Emas Antam (325gr) dan Moge (#cbr 250 serta #harleydavidson #iron883) terhitung sekitar total … Rp 3M. Karena itu hamba hanya berani membuka pemodalan di bawah angka itu. Sehingga jika saat itu Engkau memutuskan mempercepat pulangku, tidak akan ada dari mereka yang dirugikan. Selain itu, mereka juga berhak menggunakan asset-asset itu secara proporsional. Mereka bisa retreat di Villa atau muterin Turi + Kaliurang via Jeep. Kalau motorsport dan Harley jangan deh. Repot kalau jatuh. Ya kan? 😆”
Kayaknya di fase hisab tersebut saya akan aman deh. Paling yang brisik di dunia ini ntar Pajak. Tapi untuk itu mindset saya adalah mempersiapkan 1
Kg Emas Antam. Jadi kalau bener dibuat repot, “Noh. Cairin aja”
Maturnuwun
Saya itu lembut lho ya. Coba aja kalau pas meetup 😀Cmn kalau sdh ada fenomena orang ngeruk harta orang lain dan ga peduli dgn nasib yg dikeruk hartanya .. kemarahan saya kuat banget. Nget. Mindsetnya satu: mau mati aja lho, mikir numpuk asset! Ya rada make sense kalau usia sampai 1000 tahun. Lha usia 50 aja udah kolesterol .. ngapain hidup kelamaan?
Kalau sudah meledak gitu kemarahannya, darah saya bisa mendidih. Panas! Badan saya bisa bergetar-getar nahan marah. Rahang saya bisa terkatup erat berjam-jam saat merancang solusi dan menuangkan strategi eksekusinya. Dalam kondisi kemarahan seperti itu, kalau saya punya tangan yg kuat, sudah saya robek2 sistem yg seperti itu! Hari itu juga! Dan saya hancurkan berkeping-keping sampai yang mau mungut serpihannya kesusahan. Paragraf ini saya tulis karena kemarahan saya saat IPO Bukalapak. Satu mindsetnya: kalau bangkrut, akumulasi 14T cara baliknya gimana? Lha disitu kan ada dana IRT-IRT yg ga paham saham dan FOMO karena disupport habis2an pemerintah???GIMANA NASIB MEREKA???? https://lnkd.in/gyBSmtzh
Setelah berhari-hari nge-gass, malam ini saya break. Caranya sederhana: pulang Isya, jangan ke lantai 2 (ruang komputer). Langsung ke depan tv, rebahan. Dah. Akibatnya pules sampai jam 4 pagi..
Nge-break ini benernya ga secara mental. Fisik lelah aja. Dari tanggal 1 Januari lho! Full sampai tanggal 6 ga ada breaknya! Kalao ngikuti keinginan, masih ingin nggarap lagi benernya Rehat yang seperti ini akan menjadi rehat yang berkualitas banget: bangun dengan badan yang fresh dan otak yang ringan. Tinggal berangkat subuh, menikmati udara pagi dan khusyu’. Itu nanti balik2 akan siap mulai ngegass lagi. Gelora saya satu: harusnya sistem #dcsi #rwid ini bisa discale sedemikian rupa, agar modal 100jt bs full return maksimal dalam 2 bulan mengembalikan 140jt. Kalau ini bisa saya wujudkan, saya bisa melanjutkan fase ke-3: SBBS. Sale Backed Banking System. Jadi, trilogi teori ekonomi pemodalan saya adalah:
1. GBS - Gold Backed Syirkah: menciptakan startup yang valuasinya berlandaskan asset nyata berupa emas. Ga boleh dipoles2 dengan pitch deck macem2 dan dipresent ke VC agar dimodali. VC kemudian moles lagi agar bisa masuk ke round pemodalan di atasnya, memblow-up valuasi sampai akhirnya dinilai Unicorn padahal masih merugi tiap bulan milyaran. Namun tetap dipublikasi besar-besaran agar masyarakat terpesona, "
Unicon pertama yang melantai di pasar saham!" dan foundernya pada sumringah, "
Berhasil meraup dana 21T!". Kemudian pada EXIT. Woo.. ndiyassmu! Kalau sekarang sudah -88% gini sampai misal bangkrut, itu gimana pertanggung jawaban founder kalau sampai maut menjemput dan dihisab Ar-Rahman:"
Kamu duluan balik kesini, padahal disana masih ada Ibu Rumah Tangga yang berharap dapat cuan dari capital gain-mu namun ternyata hilang dananya -88%, dari 100jt cmn sisa 12jt. Apa pertanggung jawabanmu?" "
Yaa, high risk high return" "
Tapi kenapa kamu EXIT?"".. karena saya tahu akhirnya akan loss""
Kenapa ga kamu suruh mereka semua EXIT?""
Ya nanti saya ga bisa EXIT dengan angka maksimal""
Artinya kamu memang tahu mereka bakal merugi sehingga EXIT cepat-cepat kan?""... iya""
Okay, baik. Itu baru hisab Rp 1 yang ada di cash-mu. Sekarang Rp 2, dari total Rp 1T yang berhasil kamu raup."" ... "
Maka, jangan main-main dengan harta yang banyak lho: ga cuma peruntukkannya untuk apa ("kan saya sudah zakat dan sedekah"), tapi harus mikir mendalam sumbernya. Dan sumber harta yang halal hanya ada di Bai' (pertukaran barang dan jasa di pasar riil). Jual beli. Selain itu riba. Saya punya view yang strict untuk riba...
Lanjut di comment =>
Sebenernya ini saya sekedar ngetest fitur /blog di platform. Tapi sekalian saya test dengan mindset kenapa harus remote work.
Clue: solusi bagi mereka yang inigin punya rumah, namun hidup di kota UMR terendah kelima di Indonesia.
Tebak nama kotanya :D
Mendidik Anak di Era AI: Berkenalan dengan Young Founder Indonesia
Zoom meet 20.00 malam ini https://lnkd.in/gGMMgRGH
Join RWID dan sekaligus berkurban? Silahkan disimak https://lnkd.in/gx-nJg_t
🚨🚨"BERITA TERKINI..!! Kopdar Golang Jogja"🚨🚨Halo Teman-teman semua. Golang Jogja mau ngadain acara offline lagi nih setelah sekian purnama.
Tanggal: 15 Juni 2024
Tempat: Kampus RWID
Tautan peta : https://lnkd.in/gmieb5aDAyo pendaftaran di https://lnkd.in/gH8wp-X3Info lebih lanjut https://lnkd.in/g-nMwe64Jangan sampai ketinggalan ya, Maturnuwun.
Setup .. outdoor
Udara lagi anget
Note: kebetulan PC lagi mati (entah kenapa). Nunggu mas yg urusin hardware, saya pakai Macbook 2015 dulu deh 😁
Layoff itu masalah mindset 😎 https://lnkd.in/g_6jaVdm
Beberapa kunci syarat jadi programmer:
1. Males
2. Betah
3. Rencana
4. Ngotot
5. Bukan ahli matematika 😁
Optimal: saya ndak tau lagi apa yang mesti ditambahkan di setup ini. Setelah bertahun2 coba macem2, biasanya ndak bertahan 2 minggu selalu ubah-ubah .. ini sudah lewat 4 bulan sama sekali ga ada yang saya ubah. Perfect. Dan akhirnya ketemu juga theme Jetbrains yang passs di mata dan juga nostalgic: Fluorescent. Warna ijonya dahsya! Ahaha. Mungkin di VSCode juga ada. Screenshot theme di comment. Catatan: kemarin kepikir ganti layar bawah ke OLED juga, cmn setelah mainin contrast (tak atur lebih tinggi dari brightness): mendekati dengan keinginan.
Tapera oh tapera...
Sebagai orang IT, begitu saya lanjut ke Magister Ekonomi, kuliah pertama langsung membuat saya terkesan: mikirin orang lain. Empathy. Sepuluh tahun S1 Ilmu Komputer UGM (durasi yang tidak mungkin ditiru lagi) .. sama sekali belum pernah mikir orang lain. Kan yang dipikir OOP, optimasi, database dan sebagainya.
Nah, pemilikan terhadap rumah adalah salah satu masalah pelik yang ga akan terpecahkan. Karena backlog pasti akan bertambah terus: karena harga tanah pasti meningkat (seiring menyempitnya tanah yang tersisa) dan juga inflasi yang menggerus daya beli masyarakat.
Ruwet kan?
Financial hack untuk kepemilikan rumah selalu dikembangkan. Dari aspek syariah masalahnya lebih complicated lagi: karena akad jual beli rumah harus dipertimbangkan ada tidaknya unsur riba-nya. Judgment bahwa perbankan syariah pun masih terindikasi riba terhadap kepemilikan rumah juga membuat masalah ini jadi runyam.
Pemecahannya gimana?
Mau saya kasih tahu? Gajimu harus dalam dollar.UMR-mu, itu wajib UMR New York.
Dah, beres itu semua masalah di atas https://remoteworker.idContoh: Jogja apalagi, kota ke-3 dengan harga properti termahal setelah Jakarta dan Denpasar. Padahal kota dengan UMR terendah ke-5 (cmiiw) se-Indonesia. Gmn orang yang bergaji UMR jogja mau bisa beli rumah? Karena itu kerja remote lah ke luar negeri (TKI 2.0) dan .. export hasil kerjamu dengan badan masih di Jogja. Kamu akan amazed: gaji 40jt, di kota UMR 2jt. Sisanya banyak bisa kamu atur untuk beli tanah cash dulu, setelah itu bangun bertahap. Penting mengamankan tanah. Bangunan itu kapan-kapan menyusul
Rumah saya yang sekarang: ==> https://lnkd.in/gysBpAPvAlhamdulillah bangets.
Ga akan mungkin banget itu bisa dikejar dengan UMR Jogja..
Menarik ya buat Location Based Service gini
Udah ada yang mau saya susun untuk RWID Campus
Masih teknik tentang #scrum bagi yang kerja sendiri tapi ga mau brutal jg nambah2 di board: gunakan aja Child Subtasks :DJadi kamu tahu apa aja task besar, misal RWIDPF-88: Aspek Earning di RWID. https://lnkd.in/gs4FbXE7Cuman didalamnya kan kamu ga exact tau juga apa aja yang diperlukan. So, ya jadikan itu task aktif dan kerjain. Jika kamu merasa ada task yang memang relate dengan ini tapi kerasa punya aspek dominan, maka jadikan dia subtask dan kerjain disana.
Dengan ini boardmu aman dari task2 baru (ga ngubah2), tapi kamu tetep bisa improvisasi sambil jalan.
Still: improvisasi di sprint itu discouraged lho ya.
Kalau kamu bukan scrum master, wajib laporan dulu ke sana kalau mau nambah task/subtasks.
Dia akan tentukan apakah boleh dijalankan di sprint ini atau di next sprint#rwid#rwidplatformdevelopment#golang#jira
AI? Nanti deh. Sekarang FAQ aja udah solutif 😁 https://remoteworker.id/aiHitung2an sy 1 hari kerja sudah cukup untuk implement #llm dan #rag#chatgpt

