Eko S. Wibowo

Programmer sejak 1994. Masih belajar, sekarang dengan AI di sisi saya.

Founder RWID. Membangun Ecosphere dan RWID/OS dari Yogyakarta, Indonesia. Di sini saya menulis soal software, iman, dan hidup sebagai system builder. Tanpa algoritma, tanpa kolom komentar, tanpa keributan.

--KPM
$50K+ penghasilan29 proyek3.204 jam Pekerjakan saya di Upwork
lebih baru…
#82 1 tahun 9 bulan 13 hari lalu Setelah berhari-hari nge-gass, malam ini saya break. Caranya sederhana: pulang Isya, jangan ke lantai 2 (ruang komputer). Langsung ke depan tv, rebahan. Dah. Akibatnya pules sampai jam 4 pagi.. Nge-break ini benernya ga secara mental. Fisik lelah aja. Dari tanggal 1 Januari lho! Full sampai tanggal 6 ga ada breaknya! Kalao ngikuti keinginan, masih ingin nggarap lagi benernya Rehat yang seperti ini akan menjadi rehat yang berkualitas banget: bangun dengan badan yang fresh dan otak yang ringan. Tinggal berangkat subuh, menikmati udara pagi dan khusyu’. Itu nanti balik2 akan siap mulai ngegass lagi. Gelora saya satu: harusnya sistem #dcsi #rwid ini bisa discale sedemikian rupa, agar modal 100jt bs full return maksimal dalam 2 bulan mengembalikan 140jt. Kalau ini bisa saya wujudkan, saya bisa melanjutkan fase ke-3: SBBS. Sale Backed Banking System. Jadi, trilogi teori ekonomi pemodalan saya adalah: 1. GBS - Gold Backed Syirkah: menciptakan startup yang valuasinya berlandaskan asset nyata berupa emas. Ga boleh dipoles2 dengan pitch deck macem2 dan dipresent ke VC agar dimodali. VC kemudian moles lagi agar bisa masuk ke round pemodalan di atasnya, memblow-up valuasi sampai akhirnya dinilai Unicorn padahal masih merugi tiap bulan milyaran. Namun tetap dipublikasi besar-besaran agar masyarakat terpesona, " Unicon pertama yang melantai di pasar saham!" dan foundernya pada sumringah, " Berhasil meraup dana 21T!". Kemudian pada EXIT. Woo.. ndiyassmu! Kalau sekarang sudah -88% gini sampai misal bangkrut, itu gimana pertanggung jawaban founder kalau sampai maut menjemput dan dihisab Ar-Rahman:" Kamu duluan balik kesini, padahal disana masih ada Ibu Rumah Tangga yang berharap dapat cuan dari capital gain-mu namun ternyata hilang dananya -88%, dari 100jt cmn sisa 12jt. Apa pertanggung jawabanmu?" " Yaa, high risk high return" " Tapi kenapa kamu EXIT?"".. karena saya tahu akhirnya akan loss"" Kenapa ga kamu suruh mereka semua EXIT?"" Ya nanti saya ga bisa EXIT dengan angka maksimal"" Artinya kamu memang tahu mereka bakal merugi sehingga EXIT cepat-cepat kan?""... iya"" Okay, baik. Itu baru hisab Rp 1 yang ada di cash-mu. Sekarang Rp 2, dari total Rp 1T yang berhasil kamu raup."" ... " Maka, jangan main-main dengan harta yang banyak lho: ga cuma peruntukkannya untuk apa ("kan saya sudah zakat dan sedekah"), tapi harus mikir mendalam sumbernya. Dan sumber harta yang halal hanya ada di Bai' (pertukaran barang dan jasa di pasar riil). Jual beli. Selain itu riba. Saya punya view yang strict untuk riba... Lanjut di comment => in
#75 2 tahun 4 bulan 12 hari lalu Beberapa kunci syarat jadi programmer: 1. Males 2. Betah 3. Rencana 4. Ngotot 5. Bukan ahli matematika 😁 in
#74 2 tahun 4 bulan 13 hari lalu Optimal: saya ndak tau lagi apa yang mesti ditambahkan di setup ini. Setelah bertahun2 coba macem2, biasanya ndak bertahan 2 minggu selalu ubah-ubah .. ini sudah lewat 4 bulan sama sekali ga ada yang saya ubah. Perfect. Dan akhirnya ketemu juga theme Jetbrains yang passs di mata dan juga nostalgic: Fluorescent. Warna ijonya dahsya! Ahaha. Mungkin di VSCode juga ada. Screenshot theme di comment. Catatan: kemarin kepikir ganti layar bawah ke OLED juga, cmn setelah mainin contrast (tak atur lebih tinggi dari brightness): mendekati dengan keinginan. in
#73 2 tahun 4 bulan 19 hari lalu Tapera oh tapera... Sebagai orang IT, begitu saya lanjut ke Magister Ekonomi, kuliah pertama langsung membuat saya terkesan: mikirin orang lain. Empathy. Sepuluh tahun S1 Ilmu Komputer UGM (durasi yang tidak mungkin ditiru lagi) .. sama sekali belum pernah mikir orang lain. Kan yang dipikir OOP, optimasi, database dan sebagainya. Nah, pemilikan terhadap rumah adalah salah satu masalah pelik yang ga akan terpecahkan. Karena backlog pasti akan bertambah terus: karena harga tanah pasti meningkat (seiring menyempitnya tanah yang tersisa) dan juga inflasi yang menggerus daya beli masyarakat. Ruwet kan? Financial hack untuk kepemilikan rumah selalu dikembangkan. Dari aspek syariah masalahnya lebih complicated lagi: karena akad jual beli rumah harus dipertimbangkan ada tidaknya unsur riba-nya. Judgment bahwa perbankan syariah pun masih terindikasi riba terhadap kepemilikan rumah juga membuat masalah ini jadi runyam. Pemecahannya gimana? Mau saya kasih tahu? Gajimu harus dalam dollar.UMR-mu, itu wajib UMR New York. Dah, beres itu semua masalah di atas https://remoteworker.idContoh: Jogja apalagi, kota ke-3 dengan harga properti termahal setelah Jakarta dan Denpasar. Padahal kota dengan UMR terendah ke-5 (cmiiw) se-Indonesia. Gmn orang yang bergaji UMR jogja mau bisa beli rumah? Karena itu kerja remote lah ke luar negeri (TKI 2.0) dan .. export hasil kerjamu dengan badan masih di Jogja. Kamu akan amazed: gaji 40jt, di kota UMR 2jt. Sisanya banyak bisa kamu atur untuk beli tanah cash dulu, setelah itu bangun bertahap. Penting mengamankan tanah. Bangunan itu kapan-kapan menyusul Rumah saya yang sekarang: ==> https://lnkd.in/gysBpAPvAlhamdulillah bangets. Ga akan mungkin banget itu bisa dikejar dengan UMR Jogja.. in
terus mengalir…