Eko S. Wibowo

Programmer sejak 1994. Masih belajar, sekarang dengan AI di sisi saya.

Founder RWID. Membangun Ecosphere dan RWID/OS dari Yogyakarta, Indonesia. Di sini saya menulis soal software, iman, dan hidup sebagai system builder. Tanpa algoritma, tanpa kolom komentar, tanpa keributan.

--KPM
$50K+ penghasilan29 proyek3.204 jam Pekerjakan saya di Upwork
lebih baru…
#96 ekonomi 14 jam lalu Moyudan, Daerah Istimewa Yogyakarta Mekanisme distribusi kekayaan terotomasi secara sembunyi-sembunyi. ❤️ RWID
#95 journey 18 jam lalu Dukun, Jawa Tengah Alhamdulillah, menemui salah satu orang tua siswa RWID dan berdiskusi panjang lebar tentang planning dan kedepan RWID. RWID akan Returnsn dengan kekuatan yang berlipat-lipat: bi idznillah. 🔥🔥🔥
Ke rumah orang tua siswa
RWID
#94 ai 1 hari lalu
8:42

Ayo selesaikan ini sekali dan untuk selamanya: AI sudah sepenuhnya mengambil alih dunia! Jauh banget. Untuk bertahan dari ini, kita perlu memahami bahwa ada perspektif baru di dunia gila ini. Dengerin dulu, "Tiga Pemisahan Kepentingan: Kepentingan Niat, Kepentingan Implementasi, dan Kepentingan Verifikasi"

Buka transkrip RWID
#93 2 hari lalu Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Berkat grant Anthropic, saya bisa melepaskan semua ide tanpa terpikir masalah kredit AI. Atau terpikir menggunakan model yang low cost. Dulu, all in ke DeepSeek: pemakaian sebulan sekitar Rp 700rb - Rp 1jt. The best. Sangadh. Tapi begitu dapat grant Anthropic ... masya Allah. Bumi dan langit! DeepSeek tetap luar biasa untuk coding dan agentic lainnya. Tapi solusi dari Anthropic dengan CoWork dan juga Opus 5.5 .. gila! Segila-gilanya gila! Belum seminggu, saya sudah rilis: - Sistem Operasi RWID/OS - Platform RWID yang konvensional - Platform RWID yang WebOS (ini 90% sudah selesai dari DeepSeek lho) - Platform Aliran kehidupan ini - Dst dst dst dst dst Saking serunya, saya kerja dengan dua mesin: MacMini dan iMac. Awalnya MacMini aja, tapi begitu agentic jalan 3 project .. dia mulai ngelag. So, iMac dibawa dan dioperasikan dengan Tailscale dan tmux disana. CoWork juga saya split di iMac dan MacMini Bottom line: kalau ada waktu dimana salah satu dari dua mesin ini ga kerja .. saya ngerasa rugi banget. Why? Claude Max USD 200 x 5 seat! Perbulan Selama 1 tahun! Masya Allah Pertolongan yang terasa sekali. Alhamdulillah Kerja keras RWID
#92 tech 6 hari lalu Linux pertama saya itu LFS: Linux From Scratch Awal-awal Ubuntu masuk di kampus --1998--, saya langsung buka source code kernel-nya di ViM: bener2 terpesona. Dari situ, keinginan buat Sistem Operasi sendiri selalu ada: pingin ikutin jejak Linus yang diawali dari belajar Minix. Dulu pas kerja di Gameloft (saya angkatan ke-2, angkatan pertama itu diantaranya Mas Dewantoro), Windows 7 (?) saya ubah shellnya ke emacs. Dibuat fullscreen dan hilangin taskbar Windows: berasa punya sistem operasi yang full text editor favorit! Nah, RWID yang dirancang sebagai web OS, membuat saya teringat lagi keinginan yang dulu: membuat sistem operasi sendiri. Sure, bukan Kernel-nya. Shell aja. https://lnkd.in/gEaGc6Hj Maka, dari kemarin mulai diskusi dan tuangkan ide serta arahkan Opus 5.5 untuk mulai : pakai core Fedora Atomic, agar inti dari OS (kernel dan systemd dsb) immutable. Sisanya, adalah RWID-Shell + Learning Kit. Alur pemikiran saya sederhana: ide Mas Nadiem Makarim untuk penyerapan skill IT ke pelosok2 sudah bener. Cuman pilihannya entah kenapa pakai ChromeOS. Karena itu berarti OS praktis cuman jadi office tools. Kenapa ga buat OS/distro sendiri yang lengkap dengan tool untuk mencetak pekerja2 digital + remote work yang dididik mindsetnya mulai dari SD? OS ini harus lengkap dengan semua toolchain untuk develop mobile + frontend + backend + ethical hacker + VA + Designer. Karena, begitu laptop yang disebar ke siswa2 di-install dengan RWID/OS ini, maka begitu dibuka ... voila. Sudah langsung bisa kerja garap kerja remote apa aja, tanpa perlu repot download macem 2. Dan sudah preload dengan Open Code + Claude. Itu nanti tinggal pemerintah kerjasama dengan mereka untuk subsidi AI aja. Oya, RWID/OS juga dilengkapi dengan Ecobook yang menjadi pengajar yang pintar secara offline. Dengan visi ini, maka saya kembangkan RWID/OS. Diawali dengan refactor shell OS dari web RWID yang saya beri nama ecOS. https://lnkd.in/gRVVaVD9 It works! Maka diskusi lanjut untuk bener2 gunakan ecOS sebagai shell system operasi sendiri. Langkah awalnya adalah pengembangan Compositor sendiri: management window harus native, karena konten dari app RWID sebenenrya hanya html + css + js aja. Kalau ga buat compositor sendiri, maka akan ga seamless. Dengan kompositor sendiri, nanti Zoom dan ecobook Mastering Agentic AI akan sulit dibedakan mana yang native mana yang html. Karena kedua2nya first class netizen di windowing system RWID/OS ini. Versi 0.1 sebagai proof of concept berhasil diwujudkan! https://lnkd.in/gZYtafAVSaya menerawang lagi: " Gimana dengan ide remote worker hub yang dulu saya pikirkan untuk mempush remote work ke seluruh Indonesia?" Setelah merenung, saya rasa Kopdes yang bejibun itu bisa dipakai asetnya. Maka, Indonesia akan mencetak banyak talenta digital yang mandiri! Ikuti pengembangan RWID/OS disini https://lnkd.in/gSYwPrub in
#91 tech 1 tahun 3 bulan 5 hari lalu Bagi yang masih denial dengan AI yang akan bisa cut off ratusan ribu programmer di seluruh dunia, coba perhatikan link ini: fitur medium like di platform RWID ini saya susun dalam hitungan jam dari sepulang subuhan jam 5 pagi s/d jam 9 pagi. Itu pun ya bukan full kerja terus. Butuh sekitar 23 prompt. Kurang optimal sih ini, karena dia ada melakukan pembuatan sql creation table yang posisinya memanggil table sebelum diciptakan.RWID ini pun secara keseluruhan dibangun dengan AI. Jatuh bangun diawal karena belum pas tech serta pendekatan yang dipakai, namun akhirnya kemudian ketemu kombinasi yang maut: Cursor Ultra, USD 200/month. Kalau ada yang masih salah-salah dalam penggunaan AI .. maka itu pasti AI diposisikan sebagai assistant. Itu salah. Yang benar: " Kita adalah asisten AI yang membantu menjelaskan ke AI apa yang kamu inginkan untuk dibuat, dimana dia akan mengerjakan seluruhnya: 99,999%!" Dunia yang sudah gila ... https://lnkd.in/gCsJ7Grg in
#87 1 tahun 8 bulan 15 hari lalu #dcsi kedengeran seru ya? Pakai istilah antithesis #ipo dan #saham #pasarsekunder segala. Tapi awalannya itu sederhana kok:- Produk #rwidprime harga awal 6.5jt, bisa untuk 3 orang- Tapi para jombloers bingung yang 2 seat dikasih siapa - Saya pikir sebentar, " Dijual boleh, uangnya untukmu". - Jadi dia dpt profit 1jt dalam bentuk diskon rwid prime- Suatu ketika pemikiran saya menerawang, " Hm, berarti ini bisa juga ya, jual rwid prime dengan harga grossir dan ditawarin ke mereka yang ga akan pakai juga produknya, tapi tentu tertarik dapat profit selisih retail - grosir, dimana rwid yg jualkan. #rwid dapet uang diawal untuk operasi, mereka dpt profit passive income"- Saya susun skema pricingnya sebentar, saat itu pakai profit ngasal aja 25%. - Mikir2in namanya, " Hm.. Commodity .. Commodity Investment .. hm .. Direct Commodity Investment. DCI. Sip.. Hm, short.. Direct Commodity Short Investment. DCSI"- Up ke wa story, less than 24hours salah satu member VIP jadi holder pertama sistem ini. Masuk 20jt, sale, return 5 hari kemudian 25jt. Proof of concept! Setelah saya pelajari lagi mendalam untuk thesis, "ooh, ini ternyata bagian selanjutnya dari Gold Backed Syirkah/GBS." Dan.. " Ooh ini ternyata ada akad transaksi syariah yang namanya Bai As-Salam, dimana sahabat Nabi bisa ambil hasil pembelian untuk produk yang dijual belakangan, untuk atasi kondisi dimana ada kebutuhan dana namun belum panen" Jadi, begitulah: sistemya berkembang sampai sesolid sekarang, padahal niat awalnya cuman ingin bantu yang butuh jual 2 seat rwid prime-nya. Jelas kan sekarang awalan #dcsi itu apa? Bukan karena pingin ngumpulin dana banyak2an, namun sekedar pingin bantu aja. https://lnkd.in/gfm3S9VR in
#86 1 tahun 8 bulan 19 hari lalu #dcsi dan kurikulum #rwid akan segera diterapkan di salah satu pondok pesantren legendaris di Jawa Tengah! Alhamdulillah. 🔥🔥🔥Membangun #dcsi ini memang ga mudah, tapi kerasa ringan karena niat yang melandasinya murni: mendistribusikan kekayaan. Bukan menyerap kekayaan. Kalian bisa sandingkan semangat #dcsi dengan semangat #ipo dan akan kelihatan kontras sekali perbedaannya. #ipo akan berusaha melambungkan #valuasi bisnis meski masih merugi demi mencapai keberhasilan penyerapan dana masyarakat, dan setelah itu ga peduli dana tersebut kembali atau gak. Goal tercapai .. EXIT! 😡#dcsi hanya bisa diterapkan pada bisnis yang berprofit dan akan membatasi total nilai penyerapan dananya pada batasan asset yang melandasinya. Setelah dana terserap, #dcsi akan mati-matian meningkatkan kecepatan sale demi percepatan return modal yang diserap. EXIT IS NOT AN OPTION!IT IS COWARDICE ACT THAT IS HARAM!!! 😡Catatan: EXIT itu saya fatwa haram aja udah. Gimana logika berpikirnya setelah nyerap dana 14T kok perusahannya ditinggal :( in
#85 1 tahun 8 bulan 22 hari lalu Nih point2 #dcsi untuk hindari hal2 spt ini: 1. Say no to valuas*it Bisnis ga usah diberi nilai Milyaran dollar kalau tiap bulan masih merugi. 2. Modali usaha dari basis kemampuan produksinya Cara tradisional adalah profit = (sale - cost) * porsi kepemilikan. Cuman cara ini bs jadi gharar/ketidakpastian, karena cost dan sale bs naik turun. Akibatnya profit jadi ndak bisa diprediksi. 3. Beli produk startup di harga grosir, jual di harga retail. Bai’ As-Salam Terjadi sale, 100% milik investor. Perusahaan? Maintain dua jenis revenue: (1) Dari investor harga grosir, gunakan ini untuk operasional (2) Dari customer, 100% milik investor. Dengan cara ini ga ada lagi gharar karena cost dan sale naik turun. Yang ada adalah variable pada kecepatan return karena akan sangat tergantung pada optimasi sale. 4. Pastikan ada backup asset >= dana investor Perusahaan bangkrut, jual asset, kirim ke investor. Gunakan bentuk asset hibrid antara cash, emas dan asset produktif lainnya. Pastikan semua investor bisa mengambil manfaat di semua asset produktif. Apa coba kelemahan #dcsi? Flawless. Coba aja. Catatan: Biang semuanya ini adalah valuasi bubble yang ujung2nya adalah agar bs IPO. Selama perusahaan masih punya goal apa aja cara yang ditempuh asalkan IPO, maka selama itu perusahaan akan ga peduli profitabilitas. Yang penting investor percaya valuasinya sekian, maka selama itu.. ya sudah, beres. Karena dengan IPO tanggung jawab CEO/Founder thd tekanan investor tertunaikan. Perkara setelah IPO investor retail yang nanggung resiko investasinya .. ya terserah. Mereka dilindungi hukum. Sampai pun perusahaan bangkrut ga akan ada yang bisa dituntut. in
terus mengalir…