RWID/OS now open source!
Understand my vision and follow my footstep 🔥
Buka →
Programmer sejak 1994. Masih belajar, sekarang dengan AI di sisi saya.
Founder RWID. Membangun Ecosphere dan RWID/OS dari Yogyakarta, Indonesia. Di sini saya menulis soal software, iman, dan hidup sebagai system builder. Tanpa algoritma, tanpa kolom komentar, tanpa keributan.
Assalamu'alaikum!
Aku Musafir, pengembara bersorban putih. Aku akan berjalan menemanimu menyusuri aliran ini.
Scroll naik atau turun, aku ikut berjalan. Mau ganti teman? Ketuk logo R di kanan atas: Musafir dan Muslimah gratis, tiga lainnya 2 ekoin lewat akun remoteworker.id.
Kasus Raymond Chin yang viral hari ini, menurut saya, bukan semata-mata persoalan lisensi GPL atau penggunaan AI oleh seorang vibe coder. Esensinya adalah masalah etika dan sifat manusia terhadap harta.
Dalam psikologi, ada istilah social comparison, yaitu kecenderungan manusia membandingkan dirinya dengan orang lain. Ketika melihat orang lain lebih kaya atau lebih berhasil, rasa iri bisa muncul. Dan ketika orang yang diirikan itu jatuh, muncul fenomena schadenfreude, yaitu perasaan senang melihat kemalangan orang lain.
Orang yang merasa puas atas kejatuhan orang lain tidak lantas menjadi lebih kaya. Ia hanya merasa senang karena seseorang yang dahulu berada di atasnya kini mengalami kemunduran.
Fenomena ini mengingatkan saya pada pengalaman saya sendiri di tahun 2025, ketika banyak orang bertepuk tangan atas masalah yang saya alami, termasuk orang-orang yang dahulu saya bantu mendapatkan kesempatan bekerja secara remote.
Namun, ketertarikan saya sebenarnya bukan semata-mata pada persoalan harta atau ilmu, melainkan pada ma'rifat dan hakikat manusia. Saya ingin memahami sifat manusia terhadap harta dan mencari bukti atas apa yang disampaikan Nabi. Ketika saya menemukan kesesuaiannya dalam pengalaman nyata, saya memperoleh kepuasan karena rasa ingin tahu saya terjawab.
Karena itu, ketika melihat kasus-kasus seperti Raymond Chin, saya tidak lagi merasa terkejut. Fenomena ini akan terus berulang selama manusia masih terjebak dalam rasa iri.
Pada akhirnya, orang yang dahulu merasa iri bisa saja merasa bahagia ketika orang lain jatuh, meskipun kejatuhan itu tidak menambah kekayaannya sendiri.
Lalu, siapa yang bisa terbebas dari lingkaran ini?
Bagi saya, jawabannya sederhana: orang yang tidak memiliki rasa iri.

Bagaimana jika: dari satu kontrak kamu bisa membuat 4 platform native yang berbeda? Spoiler alert: kamu bisa! 🔥🔥🔥
https://docs.getecosphere.com/engineering/four-targets-one-contract
Yaiks! Tepar. Kirain saya sudah cukup hati-hati agar ga tepar meski kerja ngegass dengan istirahat minim. Ternyata .. ya sudah. Ketetapan Ar-Rahman. Tiga hari kedepan akan melambat progressnya 🙏

Wahaha, iya. Bener. Apalagi jaman agentic gini: biarin mesin run 24/7. Sambungkan ke HP atau AR glasses: udah deh. Hidup di masa depan yang cerrrrah! ❤️❤️❤️

Dulu saya mikir memberi bantuan ke orang lain yg terbaik adalah dengan memberi uang. Tapi sekarang saya sadar: masalahnya jauh lebih sistemik dari yang bisa saya bayangkan!
Paralell thinking and still stay goal focus oriented 🔥
What a time to be alive..

Cara sangat sederhana memudahkan ilmu bisa diserap hati
Understand my vision and follow my footstep 🔥

Sarapan bareng teman-teman Ojol: lempuyangan, utaranya, timur jalan. Gerbang masjid Al-Ikhlas. Nasi sayur, telur, teh dan gorengan: 12rb.
Masya Allah nikmat, murah dan berkah

Chimi ini manja beneeer. Lhaa njuk saya kapan tidurnya inii?? 😆
Mekanisme distribusi kekayaan terotomasi secara sembunyi-sembunyi. ❤️