Eko S. Wibowo

Programmer sejak 1994. Masih belajar, sekarang dengan AI di sisi saya.

Founder RWID. Membangun Ecosphere dan RWID/OS dari Yogyakarta, Indonesia. Di sini saya menulis soal software, iman, dan hidup sebagai system builder. Tanpa algoritma, tanpa kolom komentar, tanpa keributan.

--KPM
$50K+ penghasilan29 proyek3.204 jam Pekerjakan saya di Upwork
hari ini
#109 1 jam lalu Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kegilaan era AI: ada kebutuhan native macOS untuk manajemen kesibukan, maka langsung diskusi di Claude CoWork dan .. voila! Jadi! Paling cuman 7-10menit. Udah lengkap dengan E2E testing. Itu pun ga nunggu jadi, karena saat nunggu, langsung pindah kerja ke task lain! Thanks Relay! https://remoteworker.id/produk/relay/ Kalau di era ini ga sampai jadi Milyarder.. aneh deh. Secara waktu, pasti ga manfaatin Ai untuk belajar. Meski secara ketetapan, ya itu sudah ditetapkan Ar-Rahman aja Adapun AI muncul dst memang jadi wasilah aja Relay RWID
#108 2 jam lalu Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Satu hal yang saya rasakan saat kerja dengan agentic AI: sama sekali bisa aja kalau mau skip pakai Git Feature atau Git Flow. Agent cukup cerdas untuk bisa ga pusing dengan kerjaan agent lain. Dia akan commit hanya kerjaannya aja. Ini ga mungkin kalau yg kerjain manusia: bakal debat dan saling salahin. Cuman ga gitu-gitu banget juga sih. Rampungin semua feature yang masih jalan, ga nambah feature baru. Setelah itu di agents rule saya tambahin kerja wajib pakai Git Flow. Opsional ini benernya. Tapi seneng aja kalau mereka ga saling mikir kerjaan agent lain. Haha RWID
#107 tulisan panjang 6 jam lalu Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kasus Raymond Chin Kasus Raymond Chin yang viral hari ini, menurut saya, bukan semata-mata persoalan lisensi GPL atau penggunaan AI oleh seorang vibe coder. Esensinya adalah masalah etika dan sifat manusia terhadap harta. Dalam psikologi, ada istilah social comparison, yaitu kecenderungan manusia membandingkan dirinya dengan orang lain. Ketika melihat orang lain lebih kaya atau lebih berhasil, rasa iri bisa muncul. Dan ketika orang yang diirikan itu jatuh, muncul fenomena schadenfreude, yaitu perasaan senang melihat kemalangan orang lain. Orang yang merasa puas atas kejatuhan orang lain tidak lantas menjadi lebih kaya. Ia hanya merasa senang karena seseorang yang dahulu berada di atasnya kini mengalami kemunduran. Fenomena ini mengingatkan saya pada pengalaman saya sendiri di tahun 2025, ketika banyak orang bertepuk tangan atas masalah yang saya alami, termasuk orang-orang yang dahulu saya bantu mendapatkan kesempatan bekerja secara remote. Namun, ketertarikan saya sebenarnya bukan semata-mata pada persoalan harta atau ilmu, melainkan pada ma'rifat dan hakikat manusia. Saya ingin memahami sifat manusia terhadap harta dan mencari bukti atas apa yang disampaikan Nabi. Ketika saya menemukan kesesuaiannya dalam pengalaman nyata, saya memperoleh kepuasan karena rasa ingin tahu saya terjawab. Karena itu, ketika melihat kasus-kasus seperti Raymond Chin, saya tidak lagi merasa terkejut. Fenomena ini akan terus berulang selama manusia masih terjebak dalam rasa iri. Pada akhirnya, orang yang dahulu merasa iri bisa saja merasa bahagia ketika orang lain jatuh, meskipun kejatuhan itu tidak menambah kekayaannya sendiri. Lalu, siapa yang bisa terbebas dari lingkaran ini? Bagi saya, jawabannya sederhana: orang yang tidak memiliki rasa iri. Baca → RWID
#100 4 hari lalu Sewon, Daerah Istimewa Yogyakarta

RWID/OS now open source!

Understand my vision and follow my footstep 🔥

Buka → RWID
#99 kulier 4 hari lalu Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Sarapan bareng teman-teman Ojol: lempuyangan, utaranya, timur jalan. Gerbang masjid Al-Ikhlas. Nasi sayur, telur, teh dan gorengan: 12rb. Masya Allah nikmat, murah dan berkah Sarapan RWID
#98 polling 4 hari lalu Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta Seberapa yakin kamu RWID akan menguat lagi?
Pilih satu · hasil tampil setelah memilih RWID
terus mengalir…